Deventer, Sunday 21 May 2023, seizoen 2022 / 2023 , wedstrijd tussen Go Ahead Eagles en FC Volendam, einduitslag 3-0 (1-0)
Di dunia sepak bola, ada pemain yang ceritanya selesai begitu peluit panjang dibunyikan. Tapi ada juga yang narasinya jalan terus, bahkan ketika dia sedang tidak bermain. Bek satu ini masuk kelompok kedua.
Dia bukan striker yang bikin gol tiap pekan, bukan juga winger yang aksinya viral terus di reels. Posisinya bek tengah, dan entah kenapa dari posisi itu justru cerita paling ramai selalu muncul.
Langit Abu-abu Mierlo dan Jalan yang Tidak Mulus
Semua berawal dari Mierlo, kota kecil di Brabant, Belanda. Sejak usia belia dia sudah menimba ilmu di akademi PSV Eindhoven, salah satu pabrik pemain terbaik di sana.
Namun jalan di sepak bola tidak selalu lurus. PSV melepasnya, dan dia harus membangun ulang dari titik yang lebih rendah.
FC Eindhoven jadi pelabuhan pertama di level senior. Dari situ, perjalanan karier Jay Idzes berlanjut ke Go Ahead Eagles, klub yang mengubah segalanya.
Di sana dia jadi tembok yang sulit dilewati. Konsistensi itulah yang bikin Venezia datang membawa kontrak dan mengajaknya pindah ke Italia pada 2023.
Puncaknya musim 2023/2024. Venezia promosi ke Serie A lewat jalur playoff, dan naik kasta lewat rute tersulit itu rasanya beda banget.
Postur, Posisi, dan Cara Mainnya
Kalau cuma lihat fisik, dia sudah menang duluan. Tinggi badannya sekitar 190 cm, kaki kanan, dan terbiasa main di sistem yang menuntut bek ikut membangun serangan.
Yang bikin profil Jay Idzes menarik bukan sekadar angka di kolom statistik. Dia tenang saat ditekan, pintar membaca arah bola, dan berani naik bawa bola ketika lini tengah mentok.
- Kuat di duel udara dan duel darat
- Tenang saat membangun serangan dari belakang
- Punya jiwa pemimpin di ruang ganti
Hal-hal seperti itu tidak muncul semalam. Ada tempaan bertahun-tahun di Belanda, mulai dari tim muda sampai akhirnya dipercaya jadi pengatur di lini belakang.
Panggilan Tanah Air dan Debut yang Manis
Panggilan itu akhirnya datang di awal 2024. Proses naturalisasi tuntas, dan Jay Idzes Timnas Indonesia resmi jadi bagian skuad Garuda.
Debutnya terjadi pada Maret 2024. Belum genap sepekan setelah laga pertama, dia sudah nyumbang gol ke gawang Vietnam di Hanoi. Gol itu datang dari situasi bola mati yang jelas sudah dilatih terus di lapangan.
Sejak itu namanya nyaris tidak pernah absen. Dia jadi salah satu pemain yang paling sering dipercaya mengawal pertahanan, sampai akhirnya ban kapten dipasangkan ke lengannya di beberapa laga penting.
Siapa Saja yang Menemaninya di Lini Belakang
Sebagai bek Timnas Indonesia, dia tidak bekerja sendirian. Ada Rizky Ridho, Justin Hubner, Mees Hilgers, sampai Calvin Verdonk yang bisa dimainkan di beberapa posisi berbeda.
Kombinasi ini bikin pelatih punya banyak opsi. Mau main dengan tiga bek atau empat bek, semuanya bisa ditakar sesuai karakter lawan.
Yang menarik, kedalaman skuad di pos bek sekarang jauh lebih berisi dibanding beberapa tahun lalu. Persaingan internal di posisi itu jadi sehat dan bikin semua pemain terus naik level.
Narasi yang Bikin Netizen Ikut Betah
Ada satu hal yang membuat Jay Idzes beda. Dia jarang bicara besar dan lebih suka menunjukkan semuanya lewat kerja keras.
Wawancaranya sering terasa jujur dan tanpa basa-basi. Dia juga tidak pelit memberi dukungan ke pemain muda yang baru masuk skuad.
Karakter seperti ini yang bikin narasinya terus hidup. Bukan cuma soal taktik atau hasil pertandingan, tapi soal cara dia membawa diri di ruang ganti.
Kalau karier sepak bola bisa diukur dari seberapa banyak orang ingin menitipkan lini belakang padanya, jawabannya sudah jelas. Ceritanya belum selesai, dan rasanya masih panjang.
