Deventer, Sunday 21 May 2023, seizoen 2022 / 2023 , wedstrijd tussen Go Ahead Eagles en FC Volendam, einduitslag 3-0 (1-0)
Nama Jay Idzes belakangan jadi salah satu topik yang paling sering muncul di kolom komentar soal Timnas Indonesia. Bek tengah yang merumput bareng Venezia di Serie A itu nggak cuma jadi andalan di lini belakang, tapi juga sering jadi bahan perdebatan soal peran, pola main, sampai cara dia dipakai pelatih.
Buat yang baru ikut nimbrung, Idzes bukan sosok yang muncul semalam. Perjalanan kariernya cukup panjang sebelum akhirnya jadi bagian penting skuad Garuda. Yuk, bedah satu per satu apa yang sebenarnya bikin namanya terus disorot.
Ketegasan di Lini Belakang
Yang paling kentara dari performa Jay Idzes adalah ketenangannya saat ditekan lawan. Dia nggak buru-buru nendang bola ke atas, dan lebih milih membangun serangan dari bawah kalau ada ruang.
Posturnya yang tinggi bikin dia menang duel udara, tapi justru kualitas passing-nya yang bikin banyak pengamat angkat topi. Buat bek modern, kombinasi kayak gitu adalah paket wajib.
Ditambah lagi, dia termasuk bek yang berani naik bawa bola sampai lini tengah. Gaya main seperti itu bikin tim punya opsi tambahan saat lawan main rapat.
Proses Panjang Sebelum Dikenal Luas
Kalau menelusuri berita Jay Idzes setahun terakhir, terlihat jelas kalau jalan kariernya nggak instan. Dia lahir dan besar di Belanda, lalu menimba ilmu lewat jalur akademi di sana sebelum menembus sepakbola profesional.
Dari FC Eindhoven, lanjut ke Go Ahead Eagles, sampai akhirnya direkrut Venezia. Tiap jenjang dilalui dengan sabar, tanpa lompatan yang bikin kariernya goyang.
Proses naturalisasi jadi warga Indonesia kemudian membuka pintu ke timnas. Sejak saat itu, namanya mulai sering dibahas di jagat media sosial Tanah Air.
Ujian Berat di Italia
Bermain bareng Jay Idzes Venezia di Serie A bukan perkara gampang. Liga Italia dikenal punya tuntutan taktik yang ketat, plus penyerang-penyerang yang jago cari celah sekecil apa pun.
Hampir tiap pekan dia harus berhadapan dengan striker kelas dunia. Situasi itu memaksa dia membaca permainan lebih cepat dan mengambil keputusan tanpa ragu.
Justru dari tekanan seperti itulah seorang bek tumbuh. Pengalaman di kompetisi selevel Serie A jadi modal yang susah didapat dari liga lain.
Peran di Skuad Garuda
Bicara soal Jay Idzes Timnas Indonesia, dia kerap jadi pilar di lini belakang. Entah dipasang di skema tiga bek atau empat bek, dia terlihat cukup fleksibel.
Kehadirannya juga bikin persaingan di posisi tengah-belakang jadi lebih sehat. Pemain lain dipaksa naik level kalau nggak mau kehilangan tempat.
Buat pelatih, punya bek yang nyaman main dari belakang itu semacam kemewahan tersendiri. Tim bisa keluar dari tekanan lawan tanpa harus selalu main panjang.
Yang Paling Ditunggu Suporter
Setiap kabar Jay Idzes soal kondisi fisik dan menit bermain selalu ditunggu. Sebab kalau dia absen, susunan bek timnas biasanya langsung harus dirombak.
Masalahnya, jadwal klub dan agenda internasional sering bertabrakan. Perjalanan jauh plus pertandingan padat bikin manajemen beban jadi hal yang nggak bisa diabaikan.
Catatan Buat ke Depan
Ke depan, konsistensi bakal jadi PR utama. Bermain di liga top Eropa sambil tetap jadi pilar timnas itu bukan kombinasi yang sederhana.
Tapi sejauh ini, Idzes sudah nunjukin kalau dia bukan cuma pelengkap. Selama kondisi terjaga dan menit bermain tetap ada, namanya bakal terus masuk daftar pemain yang wajib dipantau.
Satu hal yang jelas, sorotan ke dirinya sekarang bukan sekadar euforia sesaat. Ada kerja keras panjang di baliknya, dan itu yang bikin ceritanya menarik buat diikuti sampai kapan pun.
